Anggrek Hitam

Hari itu untuk pertama kalinya aku melihat sosok yang begitu berbeda dari yang lain.
Mungkin bentuk tubuhnya yang begitu penuh dan sekal.
Dia bukan perempuan dia berkumis tapi sosoknya seperti seorang ibu untukku.
Dia begitu menonjol dikelas dengan segala kecerdasan dan kreatifitasnya membuatku begitu penasaran dengannya, tapi aku tidak berani mendekatinya dia bahkan sudah memiliki kelompok padahal itu adalah awal mula kami kuliah.
Aku tidak sadar dia satu kelas dipelajaran agama sampai dia cerita dia mengetahuiku dari kelas itu karna aku pernah tidur didepan wajah dosen.
Hampir setiap senin aku sekelas dengan dia seharian.. Ya setidaknya aku mengetahui namanya  dan dia memiliki nama panggilan "eomma" iya semua teman-teman memanggilnya "eomma" akupun ikut-ikutan.
Akhir Semester 2 aku semakin dekat dengan dia karna firda akhirnya kita sering ngerjain tugas bareng dan lama-kelamaan aku tahu sifat dia.
Dia memiliki sifat seorang ibu yang menjaga anaknya dia memiliki sifat pendengar yang baik walau kadang mulutnya itu suka ngomel-ngomel terus.
Ahhh waktu aku pulang dari lombok dan seluruh barang aku dibungkus dikostan aku harus cari kost-kostan yang lain dan mau tidak mau barangku harus dititipkan.
Ya tentu aku sudah merepotkan dia aku menitipkannya ke kostan dia hahaha... Kost dia penuh sama barang-barangku.
Awal semester 3 disitulah aku mulai semakin dekat walau hanya sekedar makan siang bareng dan 3 desember 2015 hari dimana aku mau teraktir firda niken wabo desy serek ke dufan.
Iya awalnya cuma mereka dan aku berfikir bagaimana kalau aku ajak dia dan akhirnya pada  4 desember 2015 disitulah kami menyebut diri kami kuy, alasannya simple karna mau diajak kemana aja haha.
Awal semester 4 hampir semua mata kuliah aku satu kelas dengannya.. Kost dia adalah basecamp kami.
Singkat cerita aku membuatnya marah karna kemalasan aku, aku merasa bersalah membuatnya menangis karna kebodohanku.
Aku benar-benar minta maaf ya karna pernah membuat matamu mengeluarkan air mata, aku sungguh tidak berniat untuk menyakitimu.
Tidak hanya itu aku juga pernah memaksamu untuk menjadi ketua himpunan padahal kamu tidak mau.
Akhirnya itu pertama kalinya kamu marah besar kepadaku.
Jujur aku sedih dan bahkan menangis ditempat menjijikan disana.. Kamu tahu itu kan? Aku sedih aku takut kehilangan sosok sepertimu.
Itu pertama kali aku takut kehilangan seorang teman.. Bukan ! kamu bukan teman kamu orang yang sungguh berharga untuk dilupakan.
Aku tahu kamu adalah orang yang istimewa dan bahkan banyak dicintai.
Kamu akan terus menjadi Anggrek hitam yang istimewa dan berbeda dari yang lain.
Jangan banyak menangis dan sakit kalau kamu kesal lebih baik kamu ungkapkan jangan menangis lagi. Aku akan sedih.
Aku mencintaimu dan juga menyayangimu.
Tofani wahyu saputro
3 Tahun tidak cukup untuk bersama denganmu .
Aku ingin terus disampingmu tertawa dan menangis jika itu bisa.

Komentar