BENCI
Aku duduk seorang diri di Ayunan taman. Aku terus mempercepat Ayunanku. Aku terlalu banyak memikirkan sesuatu. Aku terlalu kesepian. Ayunanku berhenti dengan mendadak seakan ada seseorang yang menahan dan menghentikannya. "kamu akan jatuh terluka dengan kecepatan ayunan sepeti itu" Ucapnya seperti itu dan tersenyum kearahku. Aku merasa tubuhku akan meledak Jantungku berdegup begitu kencang seakan aku telah berlari ratusan meter. Apakah ini yang dinamakan Jatuh Cinta? Saat itu juga kau mulai mengulurkan tanganmu untukku. Kau selalu menemaniku menaiki Ayunan setiap sore. Kau mulai banyak berbicara Aku pun mulai terhanyut akan ucapanmu. Aku menyukai ketika kau berbicara. Aku menyukai ketika kau tertawa. Aku menyukai ketika kau terkadang Memujiku. Aku tidak lagi kesepian. Hari itu kau tidak datang lagi. Aku menunggumu. Terus menunggumu. Satu minggu telah berlalu dan kau kembali lagi. Keadaannya telah berbeda. Kau terlihat begitu lusuh dengan Tubuhmu yang...